Nama: Lilik nur janah
Kelas: 1-B/PGMI
NIM: D97215062
Berdasarkan salah satu film berjudul: Taare Zameen (seperti bintang "ON EARTH")
Oleh: Aamir khan
JANGAN SALAH ARTIKAN
KEINGINAN SEORANG ANAK
ketika aku masih duduk di Sekolah menengah atas atau SMA, aku sering melihat tetanggaku berkata kasar kepada anaknya, entah hal apa yang dilakukan oleh anak tersebut sehingga membuat sang ibu meluapkan kemarahannya dengan berkata kasar kepada anaknya. Namun aku sempat mendengar ada salah seorang tetanggaku yang mengatakan bahwa penyebab kemarahan ibu tersebut dikarenakan sianak yang belum bisa menulis dan membaca dengan baik sementara ia saat ini sudah kelas 3 SD, dan ia juga memiliki kakak yang begitu rajin dan pintar berbanding terbalik dengan sianak tersebut, alhasil ibu dari sianak malang ini jengkel dan mengambil tindakan seperti itu. Kejadian tersebut langsung mengingatkanku pada salah satu film yang bersal dari India “TAARE ZAMEN”, yah itulah judul dari film tersebut, namun bedanya pada film ini sosok yang tidak peka terhadap bakat dan keadaan sianak adalah ayahnya.
Film ini disutradarai oleh aamir khan yang didalam kisah
ini ia adalah seorang guru yang pertama kali mengetahui keadaan Ishan Awasthi,
seorang anak yang tengah duduk dikelas 3 SD.
Cerita ini dimulai sejak ishan berperilaku aneh di sekolah, tidak ada yang
tahu penyebab dari perilakunya tersebut, menurut sebagian besar orang-orang perilaku
ishan sangat tidak wajar. Dia tidak
dapat membaca dan menulis dengan baik. Ishan selalu menulis huruf dan angka
dengan terbalik, bahkan jika ada seorang guru yang menyuruhnya untuk membaca,
ia hanya diam mengamati tulisan yang menurutnya huruf atau angka yang di depan
matanya kini tengah menari-nari. Semua guru bertanya mengapa ia begitu berbeda dengan kakaknya “Yohaan
Awasthi” yang selalu menjadi bintang
kelas. Tetapi dari orang tuanya sendiri mengatakan bahwa tidak ada kecurigaan
sama sekali, terutama ayahnya, dia selalu dipaksa untuk belajar dan belajar.
Sampai suatu hari orang tuanya dipanggil oleh pihak sekolah, mereka para guru
berpesan pada orang tua ishan untuk mengingatkan dan mengajari dia. Akhirnya
keputusan yang amat berat diambil oleh Ayahnya bahwa Ishan akan dikirim ke
sekolah khusus untuk mendidik anak-anak yang dianggap susah diatur. Air mata
mengalir deras di pipi ibu dan saudaranya, karena selama ishan dirumah mereka
berdualah yang selalu melindungi dari setiap apapun yang membuatnya ketakutan.
Tapi sekali lagi, kebijakan itu tidak dapat di ganggu gugat, ayahnya dengan
tegas mengatakan bahwa ia harus tinggal di asrama. Setelah ia hidup diasrama
tidak ada lagi semangat dalam dirinya, kemurungan selalu menyelimuti
perilakunya.
Sampai suatu hari ada seorang guru seni baru yang mengetahui
keanehan ishan, ia melihat buku yang penuh dengan tulisan yang terbalik. Ram
Shankar Nikumbh guru baru yang akhirnya menjadi
satu-satunya orang yang mengerti apa yang telah terjadi padan Ishan, tanpa
berfikir panjang guru tersebut pergi menemui orang tua Ishan untuk menjelaskan semua yang telah terjadi pada anak
malang tersebut menunjukkan semua hasil lukisan yang telah dibuat oleh
ishan yang menurut guru tersebut lukisan Ishan begitu luar biasa untuk ukuran
anak seusianya, dan Ram Shankar Nikumbh mengatakan bahwa ishan telah menderita Diselexia
karena Ram Shankar Nikumbh sendiri juga pernah mengalami hal yang sama dengan
ishan. Sedikit penjelasan dari Disleksia. Disleksia adalah gangguan belajar
yang biasanya dialami oleh anak. Biasanya, Diselexia adalah gangguan belajar
yang biasanya dialami oleh anak. Biasanya, masalah yang dihadapi adalah belajar
seperti membaca, menulis, mengeja, dan keterampilan berpikir. Oleh karena itu
disleksia mengacu pada orang-orang yang menghadapi masalah untuk membaca dan
menulis meskipun memiliki daya pikir yang normal.
Namun sayang usaha tersebut tidak berhasil karena ayah ishan yang tidak percaya tentang peristiwa yang telah
terjadi kepada anaknya, ia beranggapan bahwa anaknya haruslah terus belajar
seperti kebanyakan orang karena dengan terus belajar maka ia pasti akan dapat
membaca dan menulis, memang tidak salah jika ayahna berfikiran seperti itu,
namun masalahnya disini adalah Ishan bukanlah anak seperti pada umumnya ia
harus menerima metode pengajaran yang berbeda jika memang ayahnya benar-benar menginginkan
hasil optimal, dan hebatnya Ram Shankar Nikumbh tidak putus asa, ia mencoba
untuk terus mengajari ishan semua mata
pelajaran yang ada dengan cara yang unik
dengan tujuan agar Ishan dapat cepat berkembang, dan juga agar dapat segera membuktikan bahwa ia adalah anak yang berbakat
dengan lukisan-lukisan yang telah membuat Ram Shankar Nikumbh terpukau bahkan
dengan bakat yang ia miliki Ishan bisa menjadi pemenang dalam lukisan lomba
yang diselenggarakan oleh guru Ram Shankar Nikumbh.
Setelah panjang
lebar menceritakan kisah anak india yang terkena dislexia tersebut terdapat
banyak hikmah yang dapat kita ambil salah satunya yaitu bahwa Hak seseorang
untuk dapat memilih hal yang disukainya janganlah di salah artikan, dan tidak
semua orang mendapatkan Hak yang sama seperti kita jadi cobalah untuk menjadi
seseorang yang dapat menyadarkan orang-orang diluar sana yang tidak mau
memahami orang-orang disekitarnya.