Minggu, 29 November 2015

fenomena pelanggaran HAM



Nama: Lilik nur janah
Kelas: 1-B/PGMI
NIM: D97215062
Berdasarkan salah satu film berjudul: Taare Zameen (seperti bintang "ON EARTH") 
Oleh: Aamir khan

JANGAN SALAH ARTIKAN KEINGINAN SEORANG ANAK

            ketika aku masih duduk di Sekolah menengah atas atau SMA, aku sering melihat tetanggaku berkata kasar kepada anaknya, entah hal apa yang dilakukan oleh anak tersebut sehingga membuat sang ibu meluapkan kemarahannya dengan berkata kasar kepada anaknya. Namun aku sempat mendengar ada salah seorang tetanggaku yang mengatakan bahwa penyebab kemarahan ibu tersebut dikarenakan sianak yang belum bisa menulis dan membaca dengan baik sementara ia saat ini sudah kelas 3 SD, dan ia juga memiliki kakak yang begitu rajin dan pintar berbanding terbalik dengan sianak tersebut,  alhasil ibu dari sianak malang ini jengkel dan mengambil tindakan seperti itu. Kejadian tersebut langsung mengingatkanku pada salah satu film yang bersal dari India “TAARE ZAMEN”, yah itulah judul dari film tersebut, namun bedanya pada film ini sosok yang tidak peka terhadap bakat dan keadaan sianak adalah ayahnya.
            Film ini disutradarai oleh aamir khan yang didalam kisah ini ia adalah seorang guru yang pertama kali mengetahui keadaan Ishan Awasthi, seorang anak yang tengah duduk dikelas 3 SD.
            Cerita ini dimulai sejak ishan berperilaku aneh di sekolah, tidak ada yang tahu penyebab dari perilakunya tersebut,  menurut sebagian besar orang-orang perilaku ishan  sangat tidak wajar. Dia tidak dapat membaca dan menulis dengan baik. Ishan selalu menulis huruf dan angka dengan terbalik, bahkan jika ada seorang guru yang menyuruhnya untuk membaca, ia hanya diam mengamati tulisan yang menurutnya huruf atau angka yang di depan matanya kini tengah menari-nari. Semua guru bertanya  mengapa ia begitu berbeda dengan kakaknya “Yohaan Awasthi”  yang selalu menjadi bintang kelas. Tetapi dari orang tuanya sendiri mengatakan bahwa tidak ada kecurigaan sama sekali, terutama ayahnya, dia selalu dipaksa untuk belajar dan belajar. Sampai suatu hari orang tuanya dipanggil oleh pihak sekolah, mereka para guru berpesan pada orang tua ishan untuk mengingatkan dan mengajari dia. Akhirnya keputusan yang amat berat diambil oleh Ayahnya bahwa Ishan akan dikirim ke sekolah khusus untuk mendidik anak-anak yang dianggap susah diatur. Air mata mengalir deras di pipi ibu dan saudaranya, karena selama ishan dirumah mereka berdualah yang selalu melindungi dari setiap apapun yang membuatnya ketakutan. Tapi sekali lagi, kebijakan itu tidak dapat di ganggu gugat, ayahnya dengan tegas mengatakan bahwa ia harus tinggal di asrama. Setelah ia hidup diasrama tidak ada lagi semangat dalam dirinya, kemurungan selalu menyelimuti perilakunya.
            Sampai suatu hari ada seorang guru seni baru yang mengetahui keanehan ishan, ia melihat buku yang penuh dengan tulisan yang terbalik. Ram Shankar Nikumbh guru baru yang  akhirnya menjadi satu-satunya orang yang mengerti apa yang telah terjadi padan Ishan, tanpa berfikir panjang guru tersebut pergi menemui orang tua Ishan untuk  menjelaskan semua yang telah terjadi pada anak malang tersebut menunjukkan semua hasil lukisan yang telah dibuat oleh ishan yang menurut guru tersebut lukisan Ishan begitu luar biasa untuk ukuran anak seusianya, dan Ram Shankar Nikumbh mengatakan bahwa ishan telah menderita Diselexia karena Ram Shankar Nikumbh sendiri juga pernah mengalami hal yang sama dengan ishan. Sedikit penjelasan dari Disleksia. Disleksia adalah gangguan belajar yang biasanya dialami oleh anak. Biasanya, Diselexia adalah gangguan belajar yang biasanya dialami oleh anak. Biasanya, masalah yang dihadapi adalah belajar seperti membaca, menulis, mengeja, dan keterampilan berpikir. Oleh karena itu disleksia mengacu pada orang-orang yang menghadapi masalah untuk membaca dan menulis meskipun memiliki daya pikir yang normal.
            Namun sayang usaha tersebut  tidak berhasil karena ayah ishan yang  tidak percaya tentang peristiwa yang telah terjadi kepada anaknya, ia beranggapan bahwa anaknya haruslah terus belajar seperti kebanyakan orang karena dengan terus belajar maka ia pasti akan dapat membaca dan menulis, memang tidak salah jika ayahna berfikiran seperti itu, namun masalahnya disini adalah Ishan bukanlah anak seperti pada umumnya ia harus menerima metode pengajaran yang berbeda  jika memang ayahnya benar-benar menginginkan hasil optimal, dan hebatnya Ram Shankar Nikumbh tidak putus asa, ia mencoba untuk  terus mengajari ishan semua mata pelajaran yang ada dengan  cara yang unik dengan tujuan agar Ishan dapat cepat berkembang, dan juga agar dapat segera  membuktikan bahwa ia adalah anak yang berbakat dengan lukisan-lukisan yang telah membuat Ram Shankar Nikumbh terpukau bahkan dengan bakat yang ia miliki Ishan bisa menjadi pemenang dalam lukisan lomba yang diselenggarakan oleh guru Ram Shankar Nikumbh.
             Setelah panjang lebar menceritakan kisah anak india yang terkena dislexia tersebut terdapat banyak hikmah yang dapat kita ambil salah satunya yaitu bahwa Hak seseorang untuk dapat memilih hal yang disukainya janganlah di salah artikan, dan tidak semua orang mendapatkan Hak yang sama seperti kita jadi cobalah untuk menjadi seseorang yang dapat menyadarkan orang-orang diluar sana yang tidak mau memahami orang-orang disekitarnya.